Nelayan Pulau Satangnga Ikuti Pelatihan BMP Perikanan Karang

Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia bersama dengan WWF Indonesia melaksanakan pelatihan Better Management Pratice (BMP) perikanan ikan karang kepada nelayan Pulau Satangnga, Kepulauan Tanakeke Kabupaten Takalar, Sabtu 22 Februari 2014 lalu.

Pelatihan dengan tujuan untuk mendorong inisiasi perbaikan perikanan karang di Kepulauan Tanakeke ini dihadiri 28 orang nelayan dan satu pengepul yang telah berkomitmen untuk melakukan praktik-praktik perikanan yang lebih baik dan ramah lingkungan.

Pelatihan diawali dengan adanya pre-test BMP kepada nelayan. Pre test yang diberikan ini merupakan kumpulan pertanyaan yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar wawasan dan pengetahuan dari para nelayan terkait pengelolaan perikanan yang bertanggungjawab dan berkelanjutan. Meskipun terkendala kemampuan membaca dan menulis yang minim, tetapi nelayan tetap antusias dalam mengikuti pelatihan.

Nelayan Pulau Satangnga Ikuti Pelatihan BMP Perikanan Karang

Selanjutnya dilakukan simulasi perikanan berkelanjutan versus tidak berkelanjutan yang bertujuan memberi pengertian kepada nelayan tentang perikanan bertanggung jawab dan berkelanjutan. Setelah simulasi, nelayan diberikan materi BMP perikanan karang yang dilanjutkan dengan sosialisasi penanganan pasca tangkapan dan standar operasional pengemasan produk oleh PT. Panda Lestari serta mekanisme-mekanisme yang harus dilakukan oleh kelompok nelayan ketika akan melakukan transaksi bisnis.

Dalam pelatihan ini, nelayan mengeluhkan sudah semakin jauhnya lokasi mereka dalam melakukan penangkapan dan semakin menurunnya jumlah tangkapan. Pemerintah juga masih minim dalam berperan menyejahterakan nelayan. YKL meyakinkan nelayan untuk terus memegang komitmennya dalam memperbaiki pengelolaan perikanan di lokasi mereka.

YKL Indonesia merencanakan pendafatran kelompok nelayan yang mengikuti pelatihan ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Takalar dan akan melakukan pencatatan hasil tangkapan (logbook) untuk mengetahui secara pasti keberadaan jumlah stok ikan di Pulau Satangnga.

Nelayan Pulau Satangga merupakan kelompok binaan dari YKL Indonesia yang merupakan anggota Jaringan Kerja Perikanan Bertanggung jawab (JARING-Nusantara) yang telah dibentuk awal 2013 lalu.

Kabupaten Takalar, wilayah pesisir barat Sulawesi Selatan dengan panjang garis pantai sekitar 74 km yang berbatasan langsung dengan laut, memiliki potensi besar di bidang kelautan, antara lain produksi perikanan tangkap yang dapat mencapai ±25.589 ton.

Di samping potensi produksi kelautan tersebut, Kabupaten Takalar juga memiliki potensi pariwisata yang sebagian besar objek pariwisata berada di Kepulauan Tanakeke (Pulau Satangnga, Pulau Tanakeke, Bauluang, dan Dayang-dayang). Hal ini menjadi tantangan semua pihak dan mengantisipasi permasalahan yang timbul nantinya. Menjawab itu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Takalar membuat perencanaan program untuk praktik perikanan di Kabupaten Takalar.

Selain itu, DKP Kabupaten Takalar juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir dan mendukung JARING-Nusantara yang dilakukan oleh YKL bersama WWF-Indonesia dan berharap ini dapat diadopsi oleh pemerintah Kab. Takalar.

Nelayan Pulau Satangnga Ikuti Pelatihan BMP Perikanan Karang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top