Oleh: Nirwan Dessibali
Direktur Eksekutif YKL Indonesia
Hari ini, 23 Januari 2026, Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia menapaki usia ke-29. Sebuah perjalanan panjang yang tidak hanya diukur dari angka tahun, tetapi dari jejak kerja, relasi, dan komitmen yang tumbuh bersama masyarakat pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil Indonesia.
YKL Indonesia lahir dari kesadaran bahwa laut bukan semata ruang ekologis, melainkan ruang hidup. Di dalamnya berkelindan ekosistem, pengetahuan lokal, mata pencaharian, budaya, dan masa depan generasi. Sejak awal berdiri, YKL Indonesia menempatkan laut dan masyarakat pesisir sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Merawat laut berarti merawat kehidupan, dan menguatkan masyarakat pesisir adalah bagian tak terpisahkan dari upaya konservasi itu sendiri.
Selama hampir tiga dekade, YKL Indonesia bekerja di persimpangan antara ilmu pengetahuan, praktik lapangan, dan realitas sosial. Pendekatan konservasi yang dikembangkan tidak berdiri di atas menara gading akademik, tetapi berakar pada pengalaman masyarakat pesisir dan dinamika lokal. Pengetahuan ilmiah digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai satu-satunya kebenaran, untuk mendukung pengelolaan sumber daya laut yang adil, berkelanjutan, berkearifan lokal dan dapat diwariskan.
Perjalanan ini membentuk karakter YKL Indonesia sebagai organisasi yang percaya pada kolaborasi. Kerja konservasi tidak mungkin dijalankan sendiri. Ia membutuhkan keterlibatan banyak pihak: masyarakat, pemerintah, akademisi, mitra pembangunan, dan organisasi masyarakat sipil lainnya. Dalam proses itu, YKL Indonesia sering kali berperan sebagai penghubung—menjembatani bahasa kebijakan dengan realitas lapangan, mengaitkan riset dengan praktik, serta memastikan suara masyarakat pesisir hadir dalam ruang-ruang pengambilan keputusan.

Tema peringatan 29 tahun, “Merawat Laut, Menguatkan Kehidupan”, bukan sekadar slogan, melainkan refleksi dari nilai yang terus dipegang YKL Indonesia. Laut yang sehat adalah fondasi bagi ketahanan pangan, ekonomi lokal, dan keberlanjutan budaya pesisir. Ketika ekosistem terjaga, ruang hidup masyarakat menguat. Sebaliknya, ketika laut rusak, dampaknya paling awal dan paling berat dirasakan oleh mereka yang hidup paling dekat dengannya.
Dalam perjalanan ini, YKL Indonesia juga belajar bahwa konservasi adalah proses jangka panjang yang penuh tantangan. Degradasi lingkungan, perubahan iklim, tekanan pembangunan, serta ketimpangan akses terhadap sumber daya laut adalah kenyataan yang terus dihadapi. Tidak ada solusi instan. Yang ada adalah kerja yang konsisten, kesediaan untuk belajar, dan keberanian untuk beradaptasi. Di sinilah peran organisasi seperti YKL Indonesia menjadi penting: menjaga agar arah pengelolaan pesisir dan laut tetap berpihak pada keberlanjutan ekologis dan keadilan sosial.
Banyak cerita tumbuh dari kerja-kerja tersebut—tentang komunitas yang mulai kembali percaya pada lautnya, tentang nelayan yang berani menerapkan praktik berkelanjutan, tentang generasi muda pesisir yang menemukan kembali hubungan mereka dengan ekosistem di sekitarnya. Cerita-cerita ini mungkin tidak selalu besar di ruang publik, tetapi justru di sanalah makna konservasi sesungguhnya hidup.
Memasuki usia ke-29, YKL Indonesia berdiri di antara refleksi dan harapan. Refleksi atas perjalanan panjang yang telah dilalui, dan harapan untuk terus relevan menjawab tantangan masa depan. Ke depan, kerja konservasi akan semakin kompleks, menuntut pendekatan yang lintas disiplin, inklusif, dan adaptif. Namun nilai dasarnya tetap sama: laut harus dirawat bersama, dan kehidupan masyarakat pesisir harus dikuatkan.
Pada momentum ini, YKL Indonesia menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh masyarakat pesisir, mitra lokal dan nasional, lembaga pemerintah, akademisi, donor, relawan, serta semua pihak yang telah berjalan bersama selama 29 tahun ini. Kepercayaan dan kolaborasi Anda adalah fondasi yang memungkinkan organisasi ini terus melangkah.
Ulang tahun ke-29 bukanlah garis akhir, melainkan penanda perjalanan yang masih panjang. YKL Indonesia akan terus hadir, belajar, dan bekerja bersama—merawat laut, untuk menguatkan kehidupan hari ini dan generasi yang akan datang.