MAKASSAR – Berawal dari diskusi informal antara Plan Internasional Unit Ujung Pandang dengan Yayasan Konservasi Laut Indonesia yang berakhir dengan gagasan perlunya suatu survey oseanografi guna penanggulangan abrasi pantai di pulau Kodingareng Lompo sebagai pulau binaan Plan Internasional.
Kegiatan survey ini bertujuan untuk memperoleh, menyusun, dan menganalisa data-data parameter oseanografi fisik, sebagai faktor pembatas dalam membuat model konstruksi yang tepat untuk penanggulangan kerusakan pantai. Survey dilakukan dengan mengaktifkan sebagian komponen masyarakat (Pemuda/remaja) Pulau Kodingareng dalam mengetahui sebab akibat dari proses alam, terutama perairan pantai Pulau Kodingareng yang merupakan tempat mereka hidup mencari nafkah.
Pelibatan masyarakat ini juga sekaligus untuk menepis mitos yang berkembang bahwa kejadian alam tersebut merupakan hukum alam dan tidak ada hubungannya dengan aktivitas manusia di lingkungan setempat.
Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari tahap persiapan, tahap pengambilan data, sampai analisis data oleh YKL Indonesia mengikut sertakan masyarakat guna tercapainya tujuan yang telah disebutkan di atas.
Kegiatan yang berlangsung pada bulan Desember 1999 ini, menghasilkan tiga model konstruksi tanggul pemecah ombak sebagai out put dari analisa data yang terkumpul, selain itu menghasilkan rekomendasi yang berisikan bahwa pembuatan dan pengawasan konstruksi tanggul pemecah ombak harus dilakukan oleh lembaga/kontraktor yang memahami permasalahan mendasar dari pengaruh dinamika oseanografi pulau Kodingareng Lompo dan keterlibatan dan peran serta masyarakat setempat harus diupayakan semaksimal mungkin mendapat porsi yang besar dalam keseluruhan proses pembuatan konstruksi tanggul pemecah ombak tersebut. Sebagai koordinator program ini adalah Supratman Sarullah. (Ipunk)