SELAYAR – Kegiatan pelatihan ini merupakan rangkaian dari program Public Awareness (penyadaran masyarakat) Penyelamatan Terumbu Karang dengan Motto Selamatkan Terumbu Karang, SeKarang.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Konsorsium Kelautan dimana Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia termasuk didalamnya. Secara teknis operasional, program ini dilaksanakan oleh YKL Indonesia dengan dukungan dari Project Manager Office (PMO) Coremap.
Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Padang Desa Bontosunggu Kecamatan Bontoharu Kabupaten Selayar, yang dihadiri 25 orang. Acara dibuka oleh Bapak Kepala Desa Bontosunggu dengan dihadiri para undangan dari tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.
Proses pelatihan dimulai pada hari pertama yang difokuskan pada penggalian, identifikasi, dan pemahaman serta pendalaman (semi PRA) masalah-masalah yang dihadapi oleh bakal calon anggota kelompok.
Proses ini mencapai tingkat keberhasilan 90 % mengingat kuantitas dan kualitas permasalahan yang teridentifikasi. Proses ini berjalan secara interaktif dan didominasi oleh keaktifan peserta bertanya atau mengeluh tentang berbagai permasalahan yang dihadapi.
Proses identifikasi masalah ini tidak dipersempit pada ruang lingkup terumbu karang saja, tetapi juga ke berbagai permasalahan wilayah pesisir dan laut secara umum, baik menyangkut masalah rehabilitasi hutan bakau, budidaya perikanan, perilaku sosial dan ekonomi, maupun persoalan lain yang berhubungan dengan eksistensi mereka di wilayah pesisir.
Sedangkan pada hari kedua lebih banyak kepada kepada penyajian materi-materi dari narasumber dari berbagai institusi antara lain LP3M, YKL Indonesia, UPT. Takabonerate, dan Dinas Perikanan Kab. Selayar.

Penyajian materi dimaksudkan untuk membuka ruang berpikir peserta sebagai langkah awal dalam menyikapi hasil identifikasi masalah yang berhasil dihimpun pada hari pertama. Setidaknya diharapkan dalam proses penemuan solusi atau jawaban dari akumulasi permasalahan/pertanyaan pada hari pertama dapat dengan mudah dilakukan oleh peserta sebelum dipertajam oleh teman-teman fasilitator dalam diskusi dan pendalaman materi. Peserta sangat antusias dalam menyikapi sesion ini.
Hal yang paling penting dari kegiatan ini adalah terbentuknya kelompok pelestari sebagai hasil dari pelatihan ini. Pembentukan KPPL ini didahului oleh materi Orientasi Pelatihan.
Materi ini berisi tentang maksud dan tujuan, sasaran dan target, manfaat, serta follow up dari kegiatan pelatihan. Dengan ini materi ini dimaksudkan agar peserta mengerti dan memahami betul secara mendasar dan mendalam tentang Pelatihan KPPL.
Pelatihan ini menghasilkan kelompok Pelopor dan Pelestari Lingkungan (KPPL) yang diberi nama KPPL “Bunga Karang”. Kelompok ini memiliki 3 (tiga) bidang yaitu Bidang Penegakan Hukum, Pengembangan Usaha/MPA, dan Kesehatan Masyarakat. Pembagian bidang-bidang ini tidak terlepas dari hasil identifikasi masalah dan pendalaman masalah yang telah dilaksanakan pada hari-hari sebelumnya.
Sebagai bagian akhir, kelompok ini menghasilkan beberapa butir rekomendasi yang dinamakan “Deklarasi Padang” yangmpaikan kepada setiap stakeholder yang terkait dalam penyelamatan terumbu karang dan lingkungan secara umum.
DEKLARASI PADANG
1. Membasmi para perusak terumbu karang misalnya Pembom, Pembius dan para pemasang Bubu.
2. Melakukan upaya-upaya konkrit dalam penegakan hukum dan
3. Penghentian penebangan hutan bakau
Dusun Padang-Selayar, 1 April 2000 KPPL Bunga Karang