Setara Mangrove

SETARA Mangrove (Sekolah Tanpa Ragu Mangrove): Ruang Pembelajaran dan Kaderisasi Kepemimpinan Hijau Komunitas

SETARA Mangrove merupakan program pendidikan nonformal berbasis komunitas yang bertujuan memperkuat kapasitas teknis, kepemimpinan, dan peran aktif masyarakat dalam rehabilitasi, konservasi, dan monitoring mangrove sebagai bagian dari transisi hijau di wilayah pesisir perkotaan.

Hasil Diharapkan

Tersedianya fasilitator komunitas yang memiliki kapasitas teknis rehabilitasi mangrove, pemahaman risiko pesisir perkotaan, serta kemampuan memfasilitasi partisipasi inklusif dalam pengelolaan ekosistem mangrove.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 4 bulan dengan skema:

  • Pertemuan 1 (bulan pertama, 3 hari): pembelajaran intensif melalui kelas, diskusi partisipatif, dan praktik lapangan;
  • Pertemuan 2–4 (bulan kedua hingga keempat, masing-masing 1 hari): pendalaman praktik, monitoring, refleksi pembelajaran, dan penguatan kepemimpinan komunitas.

Lokasi pembelajaran utama berada di kawasan mangrove Lantebung dan Untia yang difungsikan sebagai laboratorium pembelajaran lapangan (living laboratory) untuk praktik rehabilitasi, konservasi, dan monitoring mangrove berbasis ekosistem.

Persyaratan Peserta

  • Berusia 16–30 tahun dan memiliki ketertarikan terhadap isu rehabilitasi, konservasi, serta pengelolaan ekosistem mangrove.
  • Merupakan pegiat mangrove atau memiliki pengalaman dalam kegiatan rehabilitasi dan konservasi mangrove, serta memiliki rencana untuk mengembangkan aksi rehabilitasi di wilayahnya.
  • Berdomisili di Kota Makassar dan sekitarnya, meliputi Kabupaten Maros dan Gowa.
  • Bersedia menetapkan lokasi pembelajaran mandiri di komunitas atau wilayah masing-masing sebagai media penerapan hasil pelatihan.
  • Berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian program selama 4 bulan, yang meliputi pelatihan tatap muka, praktik lapangan, pembelajaran mandiri, serta presentasi hasil praktik, refleksi, dan pengalaman pada pertemuan lanjutan. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap, yaitu 3 hari pada bulan ke-1, serta masing-masing 1 hari pada bulan ke 2-4.

Waktu Pelaksanaan

  • Pendaftaran (9 – 15 Juli 2026) sampai jam 17.00 Wita
  • Seleksi peserta (15 – 17 Juli 2026)
  • Pengumuman peserta terpilih (18 Juli 2026)
  • technical meeting (20 Juli 2026)

Pelakasanaan Kegiatan

  • SETARA #1 (24 – 26 Juli 2026)
  • SETARA #2 (15 Agustus 2026)*
  • SETARA #3 (19 September 2026)*
  • SETARA #4 (17 Oktober 2026)*

*Waktu pasti akan dibahas bersama pada pelaksanaan setara 1

Gratis untuk 20 Peserta yang terpilih

  • Biaya konsumsi akan ditanggung selama pelatihan.
  • Pelaksana tidak menyiapkan biaya untuk penginapan.
  • Peserta yang mengikuti pelatihan secara penuh akan mendapatkan sertifikat.

Pendaftaran sampai 15 Juli  2026 jam 17.00 Wita. Pengumuman peserta terpilih akan disampaikan di media sosial YKL Indonesia tanggal 18 Juli 2026.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Nuryamin melalui WhatsApp di +62 853 9904 1551.

Materi Pembelajaran

Secara umum, peserta akan memperoleh materi pembelajaran yang mencakup aspek ekologi, sosial, serta praktik rehabilitasi mangrove sebagai berikut:

  1. Ekologi dan Keanekaragaman Mangrove
  • Keanekaragaman hayati mangrove, termasuk jenis, karakteristik, dan pola sebarannya.
  • Ekologi, fungsi, dan jasa ekosistem mangrove, serta peranannya dalam mendukung kehidupan dan lingkungan pesisir.
  • Persyaratan tumbuh mangrove serta faktor-faktor biofisik yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.
  1. Mangrove dalam Konteks Pesisir Perkotaan dan Transisi Hijau
  • Realitas, kompleksitas, serta isu dan tantangan pengelolaan ekosistem pesisir perkotaan.
  • Konsep transisi menuju infrastruktur hijau, serta peran mangrove sebagai bagian dari infrastruktur hijau untuk meningkatkan ketahanan wilayah pesisir.
  • Peran mangrove dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, termasuk penyimpanan karbon (blue carbon) dan pengurangan risiko pesisir.
  1. Perencanaan, Teknik, dan Keberlanjutan Rehabilitasi Mangrove
  • Perencanaan rehabilitasi mangrove berbasis kondisi tapak, termasuk identifikasi karakteristik lokasi melalui analisis hidrologi, substrat, elevasi, dan kondisi biofisik.
  • Pendekatan dan teknik rehabilitasi mangrove, termasuk Ecological Mangrove Rehabilitation (EMR), pemilihan teknik sesuai kondisi ekologis, serta pengambilan keputusan teknis di lapangan.
  • Keberhasilan dan keberlanjutan rehabilitasi, meliputi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan kegagalan, serta monitoring dan evaluasi sebagai dasar pengelolaan adaptif.
  1. Pengelolaan Mangrove Berbasis Masyarakat
  • Peran masyarakat dalam rehabilitasi dan pengelolaan mangrove berbasis komunitas, termasuk penguatan kepemimpinan lokal.
  • Pengarusutamaan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) serta penguatan peran perempuan dan pemuda dalam pengelolaan mangrove.
  • Inspirasi dan praktik baik dari berbagai inisiatif masyarakat sebagai pembelajaran untuk mendorong aksi konservasi yang berkelanjutan.
  1. Praktik Lapangan dan Pembelajaran Bersama
  • Praktik lapangan rehabilitasi mangrove, meliputi identifikasi jenis mangrove, kondisi tapak, dan pelaksanaan rehabilitasi sesuai kondisi ekologis.
  • Monitoring dan evaluasi partisipatif, termasuk pengukuran pertumbuhan mangrove, analisis sederhana hasil monitoring, serta pembelajaran dari praktik baik (benchmarking).
  • Refleksi dan rencana tindak lanjut, melalui refleksi pembelajaran serta penyusunan rencana aksi keberlanjutan di komunitas masing-masing.

Daftar Pada Formulir Berikut atau Pada Tombol Bagian Bawah

Daftar Sekarang

Kontak Panitia
Email : yamin@yklindonesia.org

Berita Terkait

Scroll to top